Machinery
JAKARTA:
Tristar Institute
Telp/Fax: 021-53151389.
Flexi; 021-49111425. 
IM3: 085775501848
Simpati: 081318230199. 
PIN BB: 24ED6A75 - 2A8798AE 
Fren: 08883271088.
PIN BB:3298F492
Simpati: 081231071701.
PIN BB: 2AEB02F6
Komplek Ruko BSD Sektor 7. Blok RL 31-32-33. Serpong - Tangerang

SURABAYA:

Kursus Wira Usaha
Jln. Raya Jemursari 234 & 244. Surabaya.
Telp: 031-8480823. 081295743779, 085851118650, 087703365283
PIN BB: 28D8E523, 5399098E, 5D817E40

Info Mesin: 031-8499799 

HP:082139081968 -  PIN 20EE107D
 088217296097 -  PIN BB: 3159B656 
 08883203340 - 081216641483.

Tristar Machinery TEC.
Telp: 031-52403038-39.
HP: 082330853729 - PIN BB: 32F31662
HP: 088852727994 - PIN BB; 3277F9F9
Tunjungan Electronic Centre Lantai 3 
Jalan Tunjungan no 5-7. Surabaya - Indonesia. 

Video Gallery

logoculinary.png

TTA

tristar royal GIF

Workshop Menjadi Juragan Bakso di Laboratorium Praktik Tristar Institute

Workshop Menjadi Juragan Bakso di Lab Praktik Tristar Institute  

Yuyun Anwar Dampingi 10 Peserta Workshop Praktik Membuat Aneka Resep Bakso Skala ”Home Industry”

LEMBAGA Pendidikan dan Pelatihan Tristar Institute kembali menghelat ”One Day Training dan Workshop menjadi Juragan Bakso” bersama Yuyun Anwar di Laboratorium Praktik Tristar Institute Jl Raya Jemursari No. 234 Surabaya pada Rabu (20/04/2016).

Workshop menjadi Juragan Bakso itu diikuti 10 peserta yang berasal dari Surabaya, Malang, Jember, Jombang dan Sumenep (Madura). Para peserta workshop itu adalah Achmad Anas, Metria Anggraine, Evita Natalia Luluk, Fransisca Wijaya Kusuma, Suziani, Herman, David Tirta K.S., Ian Hastono, Lindawati Budisantoso dan Tunjung Dwi A.

Peserta workshop menaruh ekspektasi tinggi terhadap Yuyun Anwar, instruktur workshop menjadi juragan bakso. Pasalnya, Yuyun sudah dikenal luas sebagai instruktur berpengalaman sehingga kehadirannya dimanfaatkan betul oleh peserta workshop untuk menangguk  ilmu seputar sisik melik cara membuat aneka bakso berikut kuahnya hingga mencari tahu bagaimana kiat memasarkannya.

Peluang usaha bakso daging (sapi atau ayam) masih menjanjikan. Bakso daging sapi, khususnya, adalah jenis makanan yang paling digemari karena memiliki pasar ganda baik sebagai pelengkap hidangan maupun hidangan utama.

Sebagai pelengkap, bakso daging sapi sering menemani mie ayam, oseng-oseng, nasi goreng, cap jay, sup dan makanan lainnya. Sementara sebagai menu utama, bakso dihidangkan dengan kuah yang disajikan dari level bawah yakni kelas gerobak sampai kelas resto dan hotel berbintang.

Usaha bakso daging sapi lengkap dengan kuah siap saji mudah dijumpai di mana-mana. Beberapa jenis bakso yang seringkali dijual adalah bakso malang yang lengkap dengan menu tambahan yang variatif. Begitu juga bakso solo atau wonogiri.

Saat ini juga banyak berkembang aneka jenis bakso siap saja dalam bentuk resto franchise (di-franchise-kan), seperti bakso kepala sapi, bakso cak man, bakso kota, bakso cak eko untuk skala resto menengah.

”Sedangkan jenis bakso resto skala besar dan mewah seperti bakso lapangan tembak atau bakso ino banyak dijual di tempat strategis seperti bandar udara atau mall besar. Sementara jenis gerobak bisa dikelola oleh perorangan atau kelompok,” kata wanita paro baya yang berhijab ini kepada peserta workshop, kemarin siang.

Usaha bakso daging dalam bentuk kemasan dan curah yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasar non siap saji, misalnya untuk kebutuhan rumah tangga, pedagang nasi goreng atau penjual mie hingga pasar modern (supermarket dan hypermarket).

Bentuk usaha ini bisa dimulai dari skala rumahan (home industry) sampai skala pabrikan. Bakso diwadahi dalam kemasan kecil atau besar sesuai kebutuhan. Rata-rata pemain yang bergerak di sektor usaha ini didominasi sejumlah perusahaan besar.

Selain mengulas peluang pasar bakso, Yuyun Anwar juga menjelaskan bahan baku dan bahan tambahan (additive) untuk membuat bakso daging terutama daging sapi. Semua bagian dari daging sapi bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bakso. Jenis daging yang digunakan bisa memakai daging segar di pasar tradisional atau daging sapi beku yang didatangkan dari mancanegara (daging impor).

Daging ayam dada tanpa kulit dan tulang, bisa digunakan sebagai substitusi daging sapi yang mahal. Memilih jenis daging ayam bagian dada sangat penting karena rasa daging yang relatif netral dibanding bagian lain seperti paha.

Tepung, bisa menggunakan tepung tapioka/aci/kanji atau sagu. Hanya saja harga tepung sagu lebih mahal dibanding tapioka. Es berfungsi sebagai pembentuk adonan lebih lunak dan untuk mempertahankan suhu adonan tetap dingin sehingga kandungan proteinnya tidak rusak.

Bumbu untuk menambah citarasa antara lain gula, vitsin, bawang putih, bawah merah dan lain-lain. Selain itu, untuk membuat bakso daging juga ditambahkan additive seperti tepung modifikasi (modified flour) agar penampilan bakso lebih bagus, fosfat untuk makanan (bahan tambahan ini diaplikasikan untuk penyeimbang dan restrukturisasi daging yang sudah dipotong) dan ISO (Isolated Soya Protein). 

Bahan tambahan ini (ISO) berfungsi pengikat atau binder atau emulsifier yang mengikat minyak (lemak) dengan air sehingga menjadi adonan yang kompak dan tidak pecah.

Dalam kesempatan itu, Yuyun Anwar  juga menjelaskan manajemen praktis pembuatan bakso yang tepat mulai pembelian bahan baku, additive, bumbu dan tepung hingga pengemasan dan penyimpanannya.

Peserta juga dikenalkan mesin mincer, mesin mixer dan mesin cetak bakso yang praktis dan efisien. Pasalnya mesin cetak bakso itu bisa mencetak butiran bakso dengan cara cepat dengan ukuran sama sesuai keinginan.

Sementara itu untuk mengemas bakso digunakan plastik vacuum berbahan PE dengan sistem vacuum yang menyedot udara di dalam kemasan. Kelebihan dari sistem ini  membuat umur simpan bakso lebih panjang saat ditaruh di ruang pendingin (freezer).

”Mengingat workshop ini bertujuan melahirkan juragan-juragan bakso yang baru, maka peserta juga saya ajarkan cara menghitung harga jual bakso dan analisis usaha membuat bakso daging halus kress, bakso daging murah meriah, bakso daging murah antisusut, bakso urat (jamur), dan bakso gepeng termasuk kuah bakso sapi yang lezat,” terang Bu Yuyun sapaan akrabnya.

Fransisca Wijaya Kusuma, peserta workshop dari Jember, mengaku untuk kali kedua belajar masak di Tristar Institute. Jika sebelumnya Sisca, sapaan karibnya, belajar masak aneka mie hot plate dengan instruktur chef Haris Suseno, giliran sekarang dirinya mengikuti workshop menjadi juragan bakso bersama chef Yuyun Anwar.

”Saya belajar masak aneka mie hot plate dan aneka bakso ini memang punya tekad buka outlet baru di Jember, setelah sebelumnya eksis membuka usaha kampoeng cafe yang menyediakan aneka penyetan,” kata ibu muda berjilbab ini kepada kru www.culinarynews.info, disela pelatihan, kemarin.

Dengan demikian, pihaknya akan mengendalikan dua outlet, yang menyajikan  menu berbeda, yakni outlet pertama kampoeng cafe menyajikan aneka penyetan, sedangkan outlet yang kedua fokus menyediakan aneka mie hot plate dan aneka bakso.

”Resto baru yang akan saya buka itu nantinya akan membidik segmen pasar kelas menengah atas, setelah saya mencermati bisnis kuliner di Jember belakangan tumbuh subur dan trend-nya semakin menjanjikan,” pungkasnya.

Anda berminat belajar membuat aneka resep bakso daging sapi untuk usaha sekaligus menjadi seorang juragan bakso terkenal, silakan menghubungi Tristar Institute cq Akpar Majapahit Jl. Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-5, sekarang juga.

Orchid Bakery dari Banjarbaru Beli Alat Penapis Minyak di Tristar Machinery

Orchid Bakery dari Banjarbaru Beli Alat Penapis Minyak di Tristar Machinery


UNTUK mengantisipasi lonjakan permintaan roti, kue dan snack jelang Hari Raya Idul Fitri 1437 H, Orchid Bakery yang berpusat di Jl Batas Kota Dalam No. 100 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mendatangkan mesin penapis minyak (spinner) dari Surabaya.

Alat penapis minyak tersebut dipesan oleh Fachruddin dari Orchid Bakery langsung di outlet Tristar Machinery Jl. Raya Jemursari No. 234 Surabaya. Untuk memuluskan transaksi dengan pihak Tristar Machinery, Orchid Bakery mempercayakan kepada Isradin, salah satu kerabat dekatnya yang tinggal Perumahan Delta Sari Indah BM-02 Waru, Sidoarjo pada Rabu (04/05/2016) lalu.

Selama ini, Orchid Bakery yang membuat roti (cake), kue-kue dan aneka snack dari bahan kacang-kacangan –kacang telor, kacang atum, kacang pilus, kacang kulit--  masih mengandalkan sistem pengeringan secara manual dengan cara diangin-anginkan untuk mengeringkan kacang goreng. 

”Jika kacang sehabis digoreng hanya diangin-anginkan untuk proses pengeringannya, tentu butuh waktu lama. Makanya, kami harus membeli spinner (alat penapis minyak) guna mempercepat proses pengeringannya, karena pesanan jelang Lebaran biasanya meningkat,” kata Isradin di outlet Tristar Machinery, pekan lalu.

Dengan memanfaatkan mesin penapis minyak seharga Rp 3,3 jutaan ini, Orchid Bakery siap mengantisipasi lonjakan permintaan pelanggan baik roti (cake), kue-kue maupun aneka snack (kacang goreng) untuk Lebaran mendatang yang mencapai 100 persen lebih dibandingkan hari-hari biasa. 

Menurut Sofyan, dari Tristar Machinery, selain menyediakan alat penapis minyak (spinner), juga aneka peralatan memasak lainnya seperti gas fryer, freezer, mesin presto ikan bandeng. 

Aneka mesin dan peralatan masak yang ditawarkan Tristar Machinery kebanyakan adalah produksi China dan buatan Indonesia, sedangkan sisanya diimpor dari Jepang, Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Dominasi produk China yang ditawarkan kepada pelanggan itu karena harganya sangat terjangkau, tetapi jika dibandingkan dengan produk buatan Jepang, terus terang kualitas produk Jepang berada jauh di atasnya. Hanya bedanya, harga peralatan masak buatan Jepang bisa terpaut sampai dua kali lipatnya dibanding harga produk sejenis dari China.

Selama Triwulan I tahun 2016 ini, permintaan berbagai jenis peralatan masak yang di-handle Tristar Machinery terus mengalir mulai mesin pencetak bakso, alat es puter manual, sausage stuffer (mesin filling sosis manual), mesin presto industri, freezer (mesin pendingin). food processor, blender, mixer, mini vacuum sealer, spiner, alat penapis minyak, cup sealer, hand sealer hingga continuous sealer. 

Setiap hari sedikitnya 10 calon konsumen yang datang langsung ke mari untuk mencari peralatan masak. Sedangkan calon konsumen lainnya terutama dari luar kota dan luar Jawa juga banyak yang menghubungi lewat telpon setelah mereka browsing internet. Selain tanya-tanya spesifikasi barang dan harganya, mereka juga menanyakan bagaimana pengiriman barang itu kalau pemesannya dari luar pulau.

Selain menanyakan spesifikasi barang dan harga, konsumen juga menanyakan layanan purna jual (after sales service) dan garansi pembelian. Menurut pihak Tristar Machinery, setiap produk yang dibeli ada garansi servis (sekitar 1 tahunan). Pembeli mesin presto industri juga mendapat spare part berupa satu buah seal karet untuk dipakai cadangan. 

Harga barang yang di-display di outlet Tristar Machinery hampir semuanya ada fasilitas diskonnya, maksimum 10 persen. Selain itu, untuk menarik pembeli, Tristar Machinery juga melayani jasa antar gratis di wilayah Surabaya dan sekitarnya, untuk pembelian dengan nilai tertentu. 

”Sedangkan untuk pengiriman barang ke luar kota atau luar pulau, Banjarbaru (Kalsel), misalnya, pembeli dikenakan biaya ekspedisi yang besar kecilnya disesuaikan dengan jauh dekat alamat pelanggan dan ukuran (berat) barang yang akan dikirim,” tandas Sofyan, di sela kesibukannya menyiapkan palet untuk mengapalkan alat penapis minyak pesanan Orchid Bakery ke Banjarbaru, Kalsel.

Nah, untuk informasi lebih lanjut seputar sisik melik peralatan masak untuk usaha skala rumahan (home industry), Anda bisa menghubungi Tim Marketing Tristar Machinery, Jl Raya Jemursari No. 234 Surabaya Telp. (031) 8433224-25, sekarang juga.

Chef Ari Berbagi Cara Buat Aneka Bakso kepada Peserta Kursus Private

Kursus Masak di  Laboratorium Praktik Akpar Majapahit

Chef Ari Purwanto Berbagi Cara Buat Bakso Halus, Bakso Kasar, Siomay, Tahu Bakso, Kuah dan Sambal Bakso






CHEF Ari Purwanto berbagi ilmu membuat aneka bakso kepada dua orang peserta kursus private bakso di dapur kuliner 1 Laboratorium Praktik Akpar Majapahit, lantai 3 Gedung Graha Tristar Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Sabtu (23/04/2016).

Peserta kursus private bakso itu adalah Amelia F. Kalasuso dan Mangatta Matandung dari Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel). Mereka jauh-jauh dari Sulsel datang ke Surabaya hanya untuk belajar membuat bakso halus, bakso kasar, siomay, tahu bakso, kuah bakso dan sambalnya dari ahlinya langsung.

Kursus private satu paket lengkap bakso  –yang meliputi  enam resep-- dengan  dibimbing langsung oleh instruktur dari Laboratorium Praktik Akpar Majapahit chef Ari Purwanto. Selama membimbing peserta kursus private bakso, chef Ari dibantu oleh Arjun, asistennya. 

Kepada kru www.culinarynews.info, Amelia dan Mangatta menuturkan, tekadnya belajar private satu paket lengkap bakso mulai bakso halus, bakso kasar, siomay, tahu bakso, kuah bakso dan sambalnya di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit, karena ingin ”menggoyang” Rantepao, ibukota Kabupaten Toraja Utara.

Wanita paro baya ini bertekad membuat sajian aneka bakso yang berbeda dengan yang sudah ada di Rantepao khususnya, baik dari aspek cita rasa, tekstur hingga cara penyajiannya, setelah belajar di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit Surabaya.

”Saat ini, saya baru membuka café & resto di pusat kota Rantepao, dengan  menyajikan aneka masakan khas daerah Sulsel yang saya kelola sejak beberapa tahun silam,” ujar ibu paro baya ini, di dampingi  putrinya yang sekarang masih kuliah di jurusan International Business Management (IBM) Universitas Ciputra Surabaya.

Meskipun sudah punya usaha resto, namun dirinya tidak berhenti belajar sekalipun harus terbang ke Surabaya, ia akan melakoni. Pasalnya, ia ingin terus berkarya demi mengapresiasi hobinya masak memasak (kuliner) dengan memperbanyak menu masak yang saat ini dikuasainya sekaligus memenuhi kebutuhan kuliner pelanggan setianya di Kabupaten Toraja Utara Sulsel.

Amelia dan Mangatta semakin termotivasi belajar private membuat satu paket lengkap bakso  dari A sampai Z, setelah mendapat masukan dari chef Ari Purwanto, yang tidak pelit berbagi ilmu selama pelatihan. Instruktur masak yang berpenampilan kalem ini bahkan memberikan tips dan trik bagaimana membuat bakso yang enak untuk komersial dan disuka konsumen.

Selama kursus private satu paket lengkap bakso, chef Ari menjelaskan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat bakso yang kenyal, kuah daging sapinya jernih dan citarasanya  sedap mengingat kaldunya hasil dari memasak tulang kaki (sengkel) sapi.

Pada saat kursus private bakso ini, peserta diajarkan cara membuat bakso halus dari daging sapi dan bakso kasar (memadukan adonan daging halus dan tetelan daging sapi yang dicincang kecil-kecil).

Selain bakso, peserta juga belajar membuat siomay (isinya berupa olahan udang, ikan tengiri dan tepung yang sudah dibumbui plus irisan wortel, bawang prei dan kentang), membuat tahu bakso (isinya dari hasil olahan udang, ikan tengiri dan tepung yang sudah diberi bumbu ditambah irisan wortel, bawang prei dan kentang).

”Setelah selesai membuat bakso halus, bakso kasar, siomay dan tahu bakso, peserta kursus private asal Rantepao Sulsel ini juga saya ajarkan bagaimana membuat kuah bakso yang sedap. Selain kuah bakso, saya juga mempraktikkan cara membuat sambal bakso yang teksturnya masih kasar sebagai ciri khas sambal tradisional warisan nenek moyang,” ujar chef Ari, yang sehari-hari menjadi dosen pada Prodi Culinary Akpar Majapahit.

Kaldu dari tulang kaki (sengkel) sapi yang dimasak beberapa jam sebelumnya menjadi pilihan utama demi mendapatkan citarasa kuah bakso yang sedap apalagi setelah ditambahkan bawang putih goreng, minyak bawang putih dan bumbu lainnya.

Untuk  membuat bakso yang kenyal dan enak rasanya, selain faktor pemilihan daging, bahan pengenyal daging,  tepung dan bahan pendukung lainnya seperti chicken powder dan bumbunya (bisa Anda beli di Toko 9), juga cara pengolahannya punya peranan penting.

”Penambahan bahan pengenyal daging –bisa Phosmix MP atau Sodium Tripoly Phosphate (STPP)—dan es batu 100 gram saat membuat adonan daging sapi untuk membuat bakso halus, akan menghasilkan pentol bakso yang kenyal, bertekstur halus dan enak rasanya,” terang chef Ari lagi.

Begitu juga penggunaan Soda Kie S dan Soda Kie P yang bersifat sebagai pembantu pembentukan gluten sehingga tidak terasa keras tetapi kenyal. Pengaplikasian bahan pengenyal Sodium Tripoly Phosphate (STPP) atau Phosmix MP 2,5 gram berfungsi sebagai pengenyal daging sehingga adonan daging untuk bakso halus yang diolah dengan mesin food processor tidak mudah menjadi bubur.

Nah, jika Anda tertarik menjadi peserta kursus wirausaha di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit, silakan menghubungi Tim Front Office (FO) Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-5, sekarang juga.

Chef Yanuar Bimbing Peserta Kursus Cara Masak Ayam Goreng Kremes ala Resto

Kursus Masak di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit
Chef Yanuar Kadaryanto Bimbing Peserta Kursus Cara Memasak Ayam Goreng Kremes ala Resto


Sabtu (23/04/2016), Laboratorium Praktik Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya melayani pelatihan memasak ayam goreng kremes oleh chef Yanuar Kadaryanto, di dapur kuliner 3, lantai 3 Gedung Graha Tristar.

Berbicara tentang ayam, banyak sekali masakan yang bisa diolah dan dikreasikan dari bahan dasar ayam, misalnya ayam goreng tepung, ayam kecap, balado ayam, opor ayam atau ayam goreng. Untuk ayam goreng merupakan salah satu olahan ayam yang sangat mudah dan sederhana karena pengolahannya tak membutuhkan waktu yang lama dalam memasaknya.

Barangkali jika ayam digoreng disajikan begitu-begitu saja, lama kelamaan bosan juga, makanya perlu dikreasikan lagi ayam goreng yang lezat itu dengan ditambahkan kremesannya. Yang spesial dari resep ayam goreng ini tentu saja kremesan yang menemani ayam goreng, meskipun pada dasarnya ayam goreng itu sudah memiliki rasa enak dan gurih.

Ayam goreng semakin enak dan lezat dengan kremesan yang terbuat dari tepung beras. Sekadar informasi ayam goreng kremes sendiri memang identik dengan kota Jogjakarta dan sekitarnya. Pasalnya, di kota itu banyak restoran yang menyajikan ayam goreng kremes sebagai menu utamanya. Di antara restoran yang sudah kondang menyajikan menu ayam goreng kremes yakni Restoran Ny. Suharti dan Mbok Berek.

Citarasa ayam goreng yang enak dengan kremesannya yang gurih karena terbuat dari sisa air bumbu bekas rebusan ayam dan santan semakin menciptakan kenikmatan tersendiri disetiap suapnya. Ayam goreng kremes cocok sekali disajikan dengan nasi putih yang pulen beserta sambal dan lalapannya.

Praktik membuat ayam goreng kremes ala resto inilah yang diajarkan instruktur dari Laboratorium Praktik Akpar Majapahit kepada peserta kursusan. Pelatihan ayam goreng kremes yang diasuh chef Yanuar itu diikuti 10 peserta dari Surabaya, Malang, Jombang, Pamekasan (Madura) hingga Banjarmasin (Kalimantan Selatan).

10 orang peserta pelatihan itu adalah Setyo Budi Wahjono, Ayu Mega Kusumastuti, Solus Aegrety Levest, Evi Herawati, Herman, Lindawati Budisantoso, Ricka Rooswijani, Achmad Fatchulloh, Yuliati Ningsih dan Norhalisah.

Mereka sangat antusias mendengarkan penjelasan dari chef  Yanuar mulai pengenalan bahan dan bumbu-bumbunya, peralatan masak hingga teknik pengolahan ayam kremes yang enak berikut cara membuat sambalnya.

Kepada 10 peserta kursus masak ayam kremes, chef  Yanuar mengatakan, untuk membuat ayam kremes yang enak, selain faktor pemilihan bumbu dan cara mengolahnya, juga aspek pemilihan ayam punya peranan penting.

Untuk skala ekonomi (buka usaha), ayam yang dipilih adalah ayam pejantan dengan bobot 750-900 gram per ekornya. Ayam pejantan ini di samping harganya ekonomis, juga mudah dicari di pasar tradisional. Selain cocok untuk dibuat ayam kremes, ayam pejantan ini juga direkomendasi untuk dibuat ayam tulang lunak.

”Selama praktik masak membuat ayam kremes, peserta selain saya ajarkan pengetahuan bahan, teknik memotong ayam yang betul, ngungkep bumbu dan masak daging ayam (bisa pakai presto), juga  diajarkan cara membuat kremesannya dan sambal bajak,” terang chef Yanuar, yang juga pengajar pada Program Studi (Prodi) Culinary Akpar Majapahit, Sabtu (23/04/2016), akhir pekan lalu. 

Bahan ayam goreng kremes adalah ayam kampung, ayam pejantan atau ayam buras satu ekor potong sesuai selera, santan 1.000 ml dari separo butir kelapa, daun salam dua lembar dan serai dua tangkai yang sudah dimemarkan.

Bumbu halus ayam goreng kremes meliputi bawang putih enam siungm bawang merah lima butir, kemiri empat butir, ketumbar setengah sendok makan, kunyit dua ruas jari, garam setengah sendok makan, kaldu bubuk rasa ayam satu sendok teh dan gula pasir satu sendok teh.

Bahan kremesan ayam goreng dari air rebusan ayam 350 ml dan tepung beras tiga sendok makan. Sedangkan bahan untuk membuat sambal ayam goreng kremes meliputi bawang merah lima butir, cabai merah enam buah, cabai rawit merah tiga buah, terasi satu sendok teh, tomat satu buah, gula merah satu sendok teh dan garam secukupnya. Sementara itu bahan tambahan untuk lalapannya antara lain mentimun, kol, daun selada, irisan tomat, jengkol yang sudah direbus, daun kemangi dan petai bakar.


Cara membuat ayam goreng kremes:
1.   Langkah awal cuci bersih ayam, lalu rebus ayam beserta bumbu halus dan semua bumbu lin dalam santan
2. Selanjutnya umgkep ayam dengan menggunakan api kecil hingga matang, (tapi jangan sampai santannya habis, sisakan 350 ml untuk bumbu kremesan nanti), lalu angkat ayam yang sudah matang tersebut dan sisihkan.
3.    Selanjutnya saring sisa rebusan ayam (350 ml), kemudian tambahkan tepung beras dan aduk hingga rata.
4.    Celupkan ayam ke dalam adonan kremesan, kemudian goreng ayam hingga kuning keemasan, angkat dan tiriskan.
5.   Untuk membuat kremesannya, goreng sisa adoman kremesan, angkat lalu remes-remes agar terbentuk butiran-butiran kecil kremesan. Taburkan kremesan yang sudah jadi di atas ayam goreng.


Cara membuat sambal ayam goreng:
1.  Goreng semua bahan sambal hingga matang, kecuali garam dan gula.
2.    Kemudian ulek bahan sambal sampai halus (bisa di-blender tidak sampai halus), lalu tambahkan garam dan gula secukupnya.
3.    Panaskan minyak goreng sedikit, lalu tumis lagi sambal, aduk-aduk hingga bahan  tercampur rata dan matang, kemudian angkat.
4.    Ayam goreng kremes ala resto siap disajikan dengan sambal dan lalabannya.


Untuk daging aqyam sebaiknya menggunakan ayam kampung, ayam pejantan atau ayam buras agar hasilnya lebih enak, gurih dan makyus. Sebetulnya boleh saja menggunakan daging ayang sayur, tetapi hasilnya kurang maksimal. Pasalnya, ayam goreng kremes ala resto, sebaiknya memakai ayam kampung, ayam pejantan atau ayam buras yang gurih rasanya.
”Demi menjaga agar rasanya tetap enak yang terpenting adalah saat pembuatan bumbunya harus pas, biar hasilnya tetap lezat. Saat meracik bumbu ditambahkan kunir sedikit dalam bumbu ayam goreng kremes bertujuan agar warnanya terlihat lebih cantik,” kata chef Yanuar memberikan tips kepada peserta pelatihan.



Nah, Anda tertarik dengan kursus wirausaha di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit, silakan menghubungi Tim Front Office (FO) Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, sekarang juga

Chef Masario Ajarkan Noodle Making di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit

Kursus Masak di  Laboratorium Praktik Akpar Majapahit

Chef Masario Ajarkan Cara Membuat Mie Telur (Basah), Mie Kering, Mie Sayur dan Pangsit Mie Ayam


LABORATORIUM  Praktik Akpar Majapahit Jl  Raya Jemursari No. 244 Surabaya, kembali menghelat kursus membuat mie telur (basah), mie kering, mie sayur dan pasit mie ayam pada Sabtu (23/04/2016) siang.

Kursus noodle making yang diikuti empat orang peserta dari Surabaya dan Banyuwangi, yakni Maria Monica Tjahajo, Kennieta Chandra (keduanya dari Surabaya), sedangkan Erna Tri Infianing W., dan Diyah Rahmawati Rahayu (keduanya datang dari Banyuwangi).

Pelatihan noodle making kali ini dibimbing langsung oleh instruktur Masario Wahyu Saputro, SKG dengan dibantu seorang asisten. Pelatihan ini mengambil tempat di dapur kuliner 2, Laboratorium Praktik Akpar Majapahit, lantai 3 Gedung Graha Tristar Surabaya.

Kepada peserta kursus noodle making  tersebut, chef Ario, sapaan akrab Masario Wahyu Saputro, menerangkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk  membuat noodle mulai mie telur (basah), mie kering, mie sayur hingga pangsit mia ayam, sebelum praktik di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit.

Untuk  membuat mie yang enak untuk pangsit, selain faktor pemilihan tepung terigu dan bahan pendukung lainnya (bisa dibeli di Toko 9), juga cara pengolahannya punya peranan penting.

”Tepung terigu sebagai bahan utama dalam pembuatan mie atau kulit pangsit, sebaiknya Anda gunakan tepung yang proteinnya tinggi agar diperoleh gluten yang tinggi untuk pembentukan mie,” kata chef Ario kepada peserta kursus noodle making, akhir pekan lalu.

Selain tepung terigu, ada bahan pendukung lainnya seperti Modified Starch Ultra Bond (MSUB) yang berfungsi untuk membantu agar adonan bisa elastis sehingga tidak mudah sobek. Disarankan, penambahan MSUB antara 5-15 persen dari jumlah tepung terigu yang dipakai.

Juga penggunaan Soda Kie S dan Soda Kie P yang bersifat sebagai pembantu pembentukan gluten sehingga tidak terasa keras tetapi kenyal. Begitu juga pengaplikasian bahan pengenyal Sodium Tripoly Phosphate (STPP) berfungsi sebagai pengenyal mie sehingga mie tidak mudah menjadi bubur.

Dalam praktik membuat noodle, akhir pekan lalu,  peserta juga dikenalkan bahan pengawet makanan yakni Sodium Benzoat pada pembuatan mie telur (basah) agar tidak cepat rusak.

Selain itu, pihaknya juga memakai Carboxy Methyl Cellulose (CMS) pada proses pemuatan mie kering sebagai pengikat bahan lain dan memberikan tekstur mie halus setelah direbus.

”Tak lupa kami pun menggunakan garam untuk memberikan rasa asin dan membantu pembentukan gluten dari tepung terigu sehingga mie mudah dibentuk. Pewarna (makanan) juga perlu dilarutkan dalam air supaya pewarna itu mudah bercampur dengan adonan tepung terigu,” terang Masario, yang juga dipercaya sebagai asisten dosen pada Prodi Culinary Akpar Majapahit itu.

Usai praktik membuat mie telur (basah), mie kering dan mie sayur, chef Ario juga mengajarkan cara membuat pangsit mie ayam. Untuk resep lengkap pangsit mie ayam, pekerjaan yang dilakukan adalah (1). membuat kulit pangsit,  (2). isi pangsit, (3). kuah pangsit dan (4). tumisan ayam.

Salah satu rahasia membuat pangsit mie ayam adalah dari kuahnya. Untuk citarasa yang istimewa, sebaiknya  Anda membuat kaldu untuk kuah pangsit dari tulang kaki sapi (sengkel). Citarasa kuahnya memang berbeda dengan kuah pangsit dari daging dan tulang ayam.

Begitu juga ketika praktik membuat kulit pangsit yang renyah  saat digoreng bersama isinya, selain menggunakan tepung terigu yang tinggi kandungan proteinnya,  merk Bogasari Kereta Kencana, misalnya, Anda mesti menambahkan Modified Starch Ultra Bond (MSUB), garam, telur ayam, minyak goreng dan air secukupnya. ”Terbukti kulit berikut isi pangsit crispy-nya terasa banget saat dicicipi usai digoreng,” tandas Masario sambil meminta peserta kursus mencicipi pangsit goreng tersebut.

Ditemui kru www.culinarynews.info, seusai kursus noodle making di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit, Diyah Rahmawati Rahayu, peserta kursus dari Bumi Blambangan (Banyuwangi), mengaku cukup puas setelah mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan membuat mie telur (basah), mie kering, mie sayur, dan pangsit mie ayam sejak pengenalan bahan, peralatan hingga mengolah bahan mentah menjadi pangsit mie ayam siap saji di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit.

”Bekal kursus noodle making di Surabaya yang saya ketahui setelah browsing melalui internet itu, akan saya praktikkan di rumah karena saya baru merintis usaha resto pangsit mie ayam di Banyuwangi,” kata ibu paro baya ini, seraya meyakinkan bahwa dengan bekal ilmu memasak ini  pihaknya optimistis jika usaha kuliner yang sedang dirintisnya di Bumi Blambangan ini bakal sukses. Semoga…!!!

Nah, jika Anda berminat menjadi peserta kursus wirausaha di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit, silakan menghubungi Tim Front Office (FO) Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-5, sekarang juga

Belajar Menjadi Juragan Bakso di Tristar Institute

Workshop Menjadi Juragan Bakso di Tristar Institute 



Yuyun Anwar Bimbing 12 Peserta Workshop Praktik Membuat Aneka Resep Bakso Skala Rumahan


LEMBAGA Pendidikan dan Pelatihan Tristar Institute menghelat ”One Day Training dan Workshop Menjadi Juragan Bakso” bersama Yuyun Anwar di Laboratorium Teknologi Pangan Tristar Institute Jl Raya Jemursari No. 234 Surabaya pada Sabtu (20/02/2016).

Workshop Menjadi Juragan Bakso itu diikuti 12 peserta yang berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Jombang dan Kediri. Para peserta workshop itu adalah Waskitho W, Zainal Arifin, Nuricha, Suriyati, Farida, Eva Susanti, Eny Risnaini, Lilis,  Ang Suyani, Akbar Khemal T.A., dan Reni Suwandawarni.



Peserta workshop menaruh ekspektasi tinggi terhadap Yuyun Anwar yang menjadi instruktur workshop menjadi juragan bakso. Pasalnya, Yuyun sudah dikenal luas sebagai instruktur berpengalaman sehingga kehadirannya dimanfaatkan betul oleh peserta workshop untuk menimba  ilmu seputar sisik melik cara membuat aneka bakso berikut kuahnya hingga mencari tahu bagaimana kiat memasarkannya.

Peluang usaha bakso daging (sapi atau ayam) masih menjanjikan. Bakso daging sapi, khususnya, adalah jenis makanan yang paling digemari karena memiliki pasar ganda baik sebagai pelengkap hidangan maupun hidangan utama.



Sebagai pelengkap, bakso daging sapi sering menemani mie ayam, oseng-oseng, nasi goreng, cap jay, sup dan makanan lainnya. Sementara sebagai menu utama, bakso dihidangkan dengan kuah yang disajikan dari level bawah yakni kelas gerobak sampai kelas resto dan hotel berbintang.

Usaha bakso daging sapi lengkap dengan kuah siap saji mudah dijumpai di mana-mana. Beberapa jenis bakso yang seringkali dijual adalah bakso malang yang lengkap dengan menu tambahan yang variatif. Begitu juga bakso solo atau wonogiri.


Saat ini juga banyak berkembang aneka jenis bakso siap saja dalam bentuk resto franchise (di-franchise-kan), seperti bakso kepala sapi, bakso cak man, bakso kota, bakso cak eko untuk skala resto menengah.
”Sedangkan jenis bakso resto skala besar dan mewah seperti bakso lapangan tembak atau bakso ino banyak dijual di tempat strategis seperti bandar udara atau mall besar. Sementara jenis gerobak bisa dikelola oleh perorangan atau kelompok,” kata wanita paro baya yang berhijab ini kepada peserta workshop, Sabtu (20/02/2016) siang.

Usaha bakso daging dalam bentuk kemasan dan curah yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasar non siap saji, misalnya untuk kebutuhan rumah tangga, pedagang nasi goreng atau penjual mie hingga pasar modern (supermarket dan hypermarket).


Bentuk usaha ini bisa dimulai dari skala rumahan sampai skala pabrikan. Bakso diwadahi dalam kemasan kecil atau besar sesuai kebutuhan. Rata-rata pemain yang bergerak di sektor usaha ini didominasi sejumlah perusahaan besar.

Selain mengulas peluang pasar bakso, Yuyun Anwar juga menjelaskan bahan baku dan bahan tambahan (additive) untuk membuat bakso daging terutama daging sapi. Semua bagian dari daging sapi bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bakso. Jenis daging yang digunakan bisa memakai daging segar di pasar tradisional atau daging sapi beku yang didatangkan dari mancanegara (daging impor).



Daging ayam dada tanpa kulit dan tulang, bisa digunakan sebagai substitusi daging sapi yang mahal. Memilih jenis daging ayam bagian dada sangat penting karena rasa daging yang relatif netral dibanding bagian lain seperti paha.

Tepung, bisa menggunakan tepung tapioka/aci/kanji atau sagu. Hanya saja harga tepung sagu lebih mahal dibanding tapioka. Es berfungsi sebagai pembentuk adonan lebih lunak dan untuk mempertahankan suhu adonan tetap dingin sehingga kandungan proteinnya tidak rusak.


Bumbu untuk menambah citarasa antara lain gula, vitsin, bawang putih, bawah merah dan lain-lain. Selain itu, untuk membuat bakso daging juga ditambahkan additive seperti tepung modifikasi (modified flour) agar penampilan bakso lebih bagus, fosfat untuk makanan (bahan tambahan ini diaplikasikan untuk penyeimbang dan restrukturisasi daging yang sudah dipotong) dan ISO (Isolated Soya Protein). Bahan tambahan ini (ISO) berfungsi sebagai pengikat atau binder atau emulsifier yang mengikat minyak (lemak) dengan air sehingga menjadi adonan yang kompak dan tidak pecah.

Dalam kesempatan itu, Yuyun Anwar  juga menjelaskan manajemen praktis pembuatan bakso yang tepat mulai pembelian bahan baku, additive, bumbu dan tepung hingga pengemasan dan penyimpanannya.

Peserta juga dikenalkan mesin mincer, mesin mixer dan mesin cetak bakso yang praktis dan efisien. Pasalnya mesin cetak bakso itu bisa mencetak butiran bakso dengan cara cepat dengan ukuran sama sesuai keinginan.



Sementara itu untuk mengemas bakso digunakan plastik vacuum berbahan PE dengan sistem vacuum yang menyedot udara di dalam kemasan. Kelebihan dari sistem ini  membuat umur simpan bakso lebih panjang saat ditaruh di ruang pendingin (freezer).

“”Mengingat workshop ini bertujuan melahirkan juragan-juragan bakso yang baru, maka peserta juga saya ajarkan cara menghitung harga jual bakso dan analisis usaha membuat bakso daging halus kress, bakso daging murah meriah, bakso daging murah antisusut, bakso urat (jamur), dan bakso gepeng termasuk kuah bakso sapi yang lezat,” terang Bu Yuyun sapaan akrabnya.

Anda berminat belajar membuat mie aneka resep bakso daging sapi untuk usaha sekaligus menjadi seorang juragan bakso terkenal, silakan menghubungi Tristar Institute cq Akpar Majapahit Jl. Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-5, sekarang juga.

500-an polisi saksikan demo pembuatan tempe dan nugget tempe


Demo Pembuatan Tempe dan Nugget Tempe Disaksikan 500-an Polisi  


Matoa Group Sukseskan Acara Pembekalan dan Latihan Ketrampilan Pegawai Negeri pada Polda Jatim


MATOA GROUP melalui salah satu unit usahanya yakni Divisi Teknologi Pangan Tristar Institute turut menyukseskan acara Pembekalan dan Latihan Ketrampilan Pegawai Negeri pada Polda Jatim Tahun Anggaran (TA) 2016 yang dihelat di Gedung Mahameru Mapolda Jatim selama dua hari, tanggal 23 dan 24 Maret 2016.

Pada acara tersebut Majapahit Tourism Academy (MATOA) Group  mendapat jatah satu stand berukuran 3 x3 M2 di area Gedung Mahameru. Kehadiran MATOA Group di Mapolda Jatim tidak sendiri, karena masih ada perwakilan dari sejumlah perusahaan yang diundang untuk meramaikan kegiatan tersebut.

Di antaranya adalah Bank BRI dan BRI Medika, Bank Yudha Bhakti, Bank Woori Saudara, Bank BTPN, Alfamart, Pertamina (UMKM Pertamini), Kebun Sayur Surabaya, Kebab Turki Babarafi, dan produsen pakan ternak, obat-obatan (poultry) sekaligus pemasok bibit ayam day old chicken (DOC) CV Gavin Corporation.

Tim marketing dari  MATOA Group yang terdiri dari Monica Berliana Sulindra dan Tutik Styowati dengan dibantu seorang teknisi dari CV  Tristar Machinery (unit usaha MATOA Group yang lain) memanfaatkan acara tersebut untuk mengenalkan berbagai keunggulan kampus Akpar Majapahit dan Tristar Institute kepada sejumlah pejabat teras Mapolda Jatim beserta jajarannya dan tamu undangan yang hadir.

Selain membagikan brosur Program Studi D3 Perhotelan dan Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Akpar Majapahit dan jadwal kursusan di Tristar Insitute, tim marketing dari MATOA Group juga men-display sejumlah peralatan masak jenis portable seperti blender, mixer, food processor, mesin es puter sederhana, alat penggorengan untuk usaha skala rumahan (home industry).

Tidak hanya itu, MATOA Group juga men-display produk olahan tempe dan nugget tempe hasil kreasi Lydia Nursanti AMd.Par dan Ir Indah  Fitriana dari Divisi Teknologi Pangan Tristar Institute.

Sesuai susunan acara yang dibuat pihak Panitia, perwakilan dari MATOA Group juga mendapat kesempatan untuk berbagi ilmu sekaligus mendemonstrasikan cara membuat tempe dan nugget tempe untuk usaha skala rumahan di hadapan 500-an polisi dan pegawai negeri pada Polda Jatim TA 2016 yang akan memasuki masa persiapan pensiun (MPP). 

Dalam demo pembuatan tempe dan nugget tempe, Lydia Nursanti AMd.Par bersama Ir Indah Fitriana dengan dibantu dua orang asistennya, Angga Saputra dan Barizil Anwar, bahu membahu menyiapkan peralatan masak serta bahan pembuatan tempe dan nugget tempe.

Dalam kesempatan itu, Lydia Nursanti yang dipercaya menjadi nara sumber oleh Panitia, menjelaskan seputar sisik melik bagaimana membuat tempe yang enak, bergizi dan higienis, maka biji kedelai yang dipilih harus berkualitas, jangan lupa perhatikan masalah kebersihan air, jaga kebersihan selama pengerjaannya dan itu semua mesti didukung oleh kualitas ragi tempe yang baik. 

Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Kedelai menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti kecap, tahu dan tempe. Tempe merupakan hasil fermentasi terhadap biji kedelai yang menggunakan jamur Rhizopus oligosporus, sedangkan ragi tempe adalah bahan campuran yang berperan penting dalam proses fermentasi. 

”Fungsinya untuk mempercepat fermentasi kedelai menjadi tempe. Fermentasi terjadi karena tumbuhnya jamur Rhizopus oligosporuspada kacang kedelai,” terang Santi, sapaan akrab Lydia Nursanti sambil mengajak beberapa anggota polisi untuk tampil sekaligus praktik langsung bagaimana membuat tempe yang enak, bergizi dan higienis.

Selain melibatkan anggota polisi dalam praktik pembuatan tempe, kepada 500-an orang peserta Pembekalan dan Latihan Ketrampilan Pegawai Negeri pada Polda Jatim TA 2016, Lydia Nursanti dan Indah Fitriana juga berbagai ilmu cara membuat nugget tempe yang tidak kalah enaknya dengan nugget dari daging giling.

Nugget merupakan olahan daging yang terbuat dari daging giling yang dicetak dalam bentuk potongan. Beberapa makanan beku ini disebut dengan frozen food. Sementara itu, nugget tempe merupakan hasil olahan tempe dengan daging dan beberapa bahan lain, yang kemudian dikemas dan dibekukan untuk selanjutnya dipasarkan dalam bentuk beku (frozen).

”Nugget tempe yang kami perlihatkan kepada peserta pembekalan dan latihan ketrampilan pegawai negeri pada Polda Jatim ini merupakan hasil kreasi dari tim Teknologi Pangan Tristar Institute. Begitu juga tempe yang kami buat H-1 sebelum presentasi ini, siap untuk digoreng dan bisa Anda nikmati bersama-sama,” ungkap Santi yang disambut applausdari peserta pembekalan di Mapolda Jatim, Kamis (24/03/2016).

Nah, untuk informasi lebih lanjut bagaimana membuat tempe dan nugget tempe yang enak, bergizidan higienisserta layak untuk diusahakan dalam skala rumahan (home industry), Anda bisa menghubungi Sdri. Lydia Nursanti AMd.Par atau Ir Indah Fitriana di Kampus Akpar Majapahit, Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya Telp. (031) 8433224-25, 8480821-22, sekarang juga.

Chef Budiono Ajarkan Teknik Memasak Bebek Ungkep, Chef Yanuar Berbagi Resep Masakan ’’Fried Chicken’’

Pelatihan Masak di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit


Chef Budiono
Ajarkan Teknik Memasak Bebek Ungkep, Chef Yanuar Berbagi Resep Masakan ’’Fried
Chicken’’



KESIBUKAN Laboratorium Praktik Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No.244 Surabaya tampak pada Sabtu (27/02/2016) pagi hingga siang hari.Sedikitnya ada tiga kelas praktik yang dihadiri peserta pelatihan.
Kelas pertama, pelatihan membuat es puter –rasa kopyor, nangka da kacang hijau-- diikuti tiga oang peserta dengan menghadirkan Chef Kristian Paskaharuyanto sebagai instrukturnya. Ketiga peserta pelatihan es puter itu adalah Mimin (Pangkalan Bun, Kalteng), Syairun Krisnawangsa (Malang) dan Aris Tamtomo (Bangil Kab. Pasuruan).

Kelas berikutnya adalah pelatihan masak membuat bebek ungkep, ayam (goreng) kalasan dan ayam (goreng) pemuda. Pelatihan masak ini diikuti lima orang peserta, yakni Imelda Anastasia, Anton Sugiharto, Vicky Sidarta, Erni Sulistyowati, dan Debby Tia.
Dalam pelatihan masa membuat bebek ungkep, ayam kalasan dan ayam pemuda kali ini, peserta kursusan dibimbing langsung oleh Chef Budiono Koeswandi sebagai instruktur dan dibantu Didik sebagai asistennya.

Kepada peserta pelatihan, Chef Budiono, mengenalkan bahan-bahan dan bumbu yang dibutuhkan untuk memasak bebek ungkep, ayam kalasan dan ayam pemuda dengan tekstur daging empuk dan citarasanya yang enak.
Hasil pengolahan bebek ungkep, ayam kalasan dan ayam pemuda di dapur uji, kemudian disajikan dengan sambal dan lalapan segar berupa irisan tomat, mentimun dan daun kemangi, sehingga menggoda selera untuk menyantapnya.

”Usai praktik masak ini, kami ingin membuka usaha rumahan dengan menu bebek ungkep, ayam kalasan dan ayam pemuda dalam  resep seperti diajarkan instruktur dari Akpar Majapahit,” kata Erni Sulistyowati kepada kru www.culinarynews.info di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit.
Sementara itu, di kelas yang berbeda, Chef Yanuar Kadaryanto dengan dibantu Arjun sebagai asistennya, berbagi resep masak fried chicken lengkap ala franchise terkenal yakni ayam crispy, karage, katou dan strip.



Setelah dikenalkan bahan dan bumbu memasak fried chicken yang gurih dan reyah, enam orang peserta pelatihan yakni Dyah Rachmawati, Ivania Yoke, Emmilliya Yosephine Sugiarto, Timothi, Dian Amalia dan Ghelak Oktianirma langsung praktik di dapur uji Akpar Majapahit, Lantai 3 Graha Tristar.
Peserta semakin antusias mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan masak fried chicken mulai A sampai Z yang diajarkan langsung oleh Chef Yanuar bersama asistennya. Sistem pengajaran langsung praktik dengan dipandu Chef Yanuar merupakan nilai plus bagi peserta untuk cepat menyerap ilmu yang diajarkan oleh ahlinya.  

Nah, Anda tertarik dengan pelatihan masak di Laboratorium Praktik Akpar Majapahit, silakan menghubungi Sdri. Fembri, Prima dan Yarin dari Divisi Front Office (FO) Akpar Majapahit (031) 8433224-5, HP 0817321024, BB 2B4E0E95, sekarang juga.

Belajar Digital Printing Bersama Instruktur dari Tristar Institute

Belajar Digital Printing Bersama Instruktur dari Tristar Institute

M Asy’ari Berbagi Ilmu Digital Printing dengan Tiga Orang Peserta Workshop  


INSTRUKTUR dari Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Tristar Institute, M. Asy’ari SSn., kembali dipercaya untuk berbagi ilmu dengan tiga orang peserta Workshop Cetak Digital Printing dan Water Transfer Paper di Laboratorium Praktik Tristar Institute Jl Raya Jemursari No. 234 Surabaya, Senin (29/02/2016) siang.
Peserta workshop cetak digital printing dan transfer water paper tersebut adalah Sofia Sriningsih (Surabaya), Jimmy Gregory (Surabaya) dan Muhammad Fadhil (Flores, Nusa Tenggara Timur).
Kepada peserta workshop, Asy’ari menjelaskan pengertian cetak digital printing, yang artinya secara umum adalah proses pencetakan gambar atau citra digital ke permukaan material atau media fisik.
Proses ini biasanya digunakan untuk pekerjaan pencetakan dengan volume (jumlah) terbatas. Dalam praktik orang awam mengenal dengan sebutan sablon manual. ”Sedangkan water transfer paper (cetak culik) sejauh ini dikelompokkan dalam dua jenis yakni water transfer paper atau dekal transper paper dan hot transfer paper,” ujarnya.

Water transfer paper adalah jenis kertas yang penggunaannya dicetak dengan jenis tinta yang tidak luntur karena air (waterproof), misalnya tinta toner (laser) tinta fotokopi atau tinta sublimasi. Jenis tinta  ini dapat ditransfer di atas berbagai macam bidang dengan berbagai cara yang disesuaikan dengan bahan yang kita pakai,” terang  Asy’ari kepada peserta workshop, kemarin siang.
Selain water transper paper, orang mengenal hot transfer paper. Untuk hot transfer paper hanya cocok dicetak dengan tinta sublimasi. Jenis tinta ini hanya dapat ditransfer ke media yang telah di-coating atau di atas bahan kain jenis polimer, atau dapat juga bahan katun yang telah dilapisi polimer cair atau pasta.
Masih menurut Asy’ari, mencetak dengan teknik transfer water paper (cetak culik) tidak harus membeli alat sendiri yang mahal harganya, tetapi Anda cukup membeli kertasnya saja dibawa ke copy berwarna langsung tempel. Secara umum cetak ke berbagai media tekniknya sama hanya perekatnya yang berbeda.

Dalam hal ini yang perlu Anda perhatikan dalam teknik cetak culik adalah (a). Untuk pembuatan stiker dapat langsung dengan  plastik VINIL stiker atau sejenisnya, (b). Untuk kain atau kanvas dapat menggunakan lem tekstil seperti NF atau sejenisnya, (c). Bila ditransfer di atas kain yang sering dicuci, sebaiknya Anda menggunakan tinta SUBLIME, dan (d). Di atas bahan yang tidak mungkin dioven seperti kayu, helm, atau mobil sebagai anti goresnya, maka pekerjaan selanjutnya harus di-VERNIS.

Sementara itu untuk teknik cetak hot transfer paper, maka peralatan yang harus tersedia adalah mesin pres yang telah dilengkapi kamera, computer, printer, mesin pres kaos dan mesin pres mug. Untuk bahannya sendiri, Anda harus menyediakan tinta sublime, kertas inkjet, kaos polyester dan mug.
Untuk hasil memuaskan dalam teknik cetak hot transfer paper, ada beberapa hal yang mesti Anda perhatikan seksama, yakni: (1). Media yang dapat dicetak terbatas pada material yang telah di-coating atau kain jenis polyester, (2). Media cetak harus tahan panas hingga 160-180*C atau 360*F, (3). Media cetak harus rata atau dapat dipres dengan baik, dan (4). Hasil akhirnya tidak perlu divernis.
Anda tertarik mengikuti Workshop Cetak Digital Printing dan Water Transfer Paper, silakan menghubungi Tim Marketing Tristar Institute cq. Kampus Akpar Majapahit, Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031). 8433224-5, sekarang juga.

Kisah Dra Sri Wahju Hartati M.Pd., Kursus Masak di Tristar Institute (Naskah ke-2, Selesai)

Kisah Dra Sri Wahju Hartati M.Pd., Kursus Masak di Tristar Institute


Chef Haris Berbagi Cara Membuat Bakso Halus, Bakso Kasar, Siomay, Tahu Bakso, Kuah Bakso dan Sambal Bakso (Naskah ke-2 dari Dua Tulisan)


USAI mengikuti kursus private membuat aneka noodle di Laboratorium Praktik Tristar Institute Jl Raya Jemursari No. 234 Surabaya, Rabu (02/03/2016), Dra Sri Wahju Hartati M.Pd., kembali mengikuti kursus privat membuat bakso halus, bakso kasar, siomay, tahu bakso, kuah bakso dan sambalnya pada Kamis (03/03/2016) siang.

Kursus private satu paket lengkap bakso yang meliputi enam resep dengan dibimbing langsung oleh instruktur Tristar Institute Haris Suseno dengan dibantu Abdul Rozy, sebagai asistennya.


Kepada kru www.culinarynews.info, Sri Wahju Hartati menuturkan, tekadnya belajar membuat aneka noodle (mie telur/mie basah, mie kering, mie sayur, hingga pangsit mie ayam) dan private satu paket lengkap bakso mulai bakso halus, bakso kasar, siomay, tahu bakso, kuah bakso dan sambalnya di Tristar Institute, dua hari berturut-turut, karena ingin ”mengguncang” Lumajang.

Wanita paro baya ini bertekad membuat sajian pangsit mie ayam dan bakso yang berbeda dengan yang ada di Lumajang, baik dari aspek cita rasa, tekstur hingga cara penyajiannya setelah belajar di Tristar Institute.

”Saat ini, saya baru membuka café & resto di pusat kota Lumajang, dengan menyajikan pangsit mie ayam, salad buah, juice, sup buah, yang terintegrasi dengan toko buah-buahan yang dikelolanya beberapa tahun silam,” ujar ibu dari tiga anak tersebut di sela kursus private paket lengkap bakso.

Sri Wahju Hartati yang merupakan mantan Kepala Sekolah SMAN Yosowilangun Jatiroto Lumajang ini tidak mau duduk manis setelah masa pengabdiannya di dunia pendidikan berakhir. 


Meskipun sudah pensiun sebagai abdi negara dan abdi masyarakat (PNS), wanita berjilbab ini ingin terus berkarya dengan mengapresiasi hobinya masak memasak (kuliner) dengan membuka café & resto di pusat jajanan rakyat dan kuliner Lumajang, dengan melibatkan menantu sebagai asisten dan beberapa karyawan.

Sri Wahju termotivasi belajar noodle, karena tidak puas dengan cita rasa pangsit mie ayam dibuat sebelum kursus private, dinilai masih kurang kompetitif. Begitu juga saat belajar membuat mie sendiri (peralatan membuat noodle sudah punya meski masih manual) hasilnya juga masih belum memuaskan dirinya.

”Dalam hati, saya masih kurang sregdengan produk mie yang saya buat sendiri sebelum ikut kursus private noodle di Tristar Institute. Nah setelah ikut kursus di sini, saya merasa tercerahkan dengan tips dan trik yang diberikan instruktur, baik ketika praktik membuat aneka noodle maupun membuat satu paket lengkap bakso dari A sampai Z,” terang Sri Wahju Hartati saat berdiskusi dengan Chef Haris Suseno, kemarin.

Dalam kesempatan itu Chef Haris menjelaskan, selama kursus private satu paket lengkap bakso, pihaknya menjelaskan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat bakso yang kenyal, kuah daging sapinya jernih dan citarasanya  sedap mengingat kaldunya hasil dari memasak tulang kaki (sengkel) sapi.

Pada saat kursus private bakso ini, peserta diajarkan cara membuat bakso halus dari daging sapi dan bakso kasar (memadukan adonan daging halus dan tetelan daging sapi yang dicincang kecil-kecil).


Selain bakso, peserta juga belajar membuat siomay (isinya berupa olahan udang, ikan tengiri dan tepung yang sudah dibumbui plus irisan wortel, bawang prei dan kentang), membuat tahu bakso (isinya dari hasil olahan udang, ikan tengiri dan tepung yang sudah diberi bumbu ditambah irisan wortel, bawang prei dan kentang).


”Setelah selesai membuat bakso halus, bakso kasar, siomay dan tahu bakso, peserta kursus private asal Lumajang ini juga kami ajarkan bagaimana membuat kuah bakso yang sedap. Selain kuah bakso, kami juga mempraktikkan cara membuat sambal bakso yang teksturnya masih kasar sebagai ciri khas sambal tradisional warisan nenek moyang,” ujar Chef Haris Suseno.

Kaldu dari tulang kaki (sengkel) sapi yang dimasak beberapa jam sebelumnya menjadi pilihan utama demi mendapatkan citarasa kuah bakso yang sedap apalagi setelah ditambahkan bawang putih goreng, minyak bawang putih dan bumbu lainnya.

Untuk membuat bakso yang kenyal dan enak rasanya, selain faktor pemilihan daging, bahan pengenyal daging, tepung dan bahan pendukung lainnya seperti chicken powder dan bumbunya (bisa Anda beli di Toko 9), juga cara pengolahannya punya peranan penting.

”Penambahan bahan pengenyal daging –bisa Phosmix MP atau Sodium Tripoly Phosphate (STPP)—dan es batu 100 gram saat membuat adonan daging sapi untuk membuat bakso halus, akan menghasilkan pentol bakso yang kenyal, bertekstur halus dan enak rasanya,” terang Chef Haris lagi.


Begitu juga penggunaan Soda Kie S dan Soda Kie P yang bersifat sebagai pembantu pembentukan gluten sehingga tidak terasa keras tetapi kenyal. Pengaplikasian bahan pengenyalSodium Tripoly Phosphate (STPP) atau Phosmix MP 2,5 gram berfungsi sebagai pengenyal daging sehingga adonan daging utuk bakso halus yang diolah dengan mesin food processor tidak mudah menjadi bubur.

Nah, jika Anda tertarik menjadi peserta kursus wirausaha di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Tristar Institute, silakan menghubungi Tristar Institute cq Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-5, sekarang juga.


Pencarian
Tristar Ameekom
Kursus Pengerjaan Elektrikal, HVAC, Elektronik, dan masih banyak lagi

Kunjungi Website kami untuk keterangan lebih lanjut
Who's online
There are currently 0 users and 0 guests online.
Online User